Profil & Kerja Sama Industri


Profil Sekolah


Sekolah ini didirikan dengan tujuan menanamkan nilai-nilai yang kuat dan pengembangan karakter siswa yang berintegritas

    
VISI

"Menjadikan lulusan SMK yang dilandasi iman dan takwa yang berbasis keunggulan berwawasan kebangsaan lingkungan yang dikelola secara profesional sebagai pencetak sumber daya manusia yang kompetitif"

MISI

1. Membentuk tamatan yang berakhlak, unggul, dan berprestasi
2. Mencetak tamatan yang profesional dan berjiwa enterprenur
3. Mengelola sekolah dengan sistem manajemen mutu lokal quality manajemen
4. Menjadikan sekolah sebagai layanan informasi, komunikasi, dan teknologi



Kerja Sama Industri

1. PT Yamaha Indonesia Motors Manufacturing

2. PT Banshu Rubber Indonesia

3. PT Astra Daihatsu Motors

4. Bank Mega Syariah

5. Bank BTN Syariah




TEACHING FACTORY

PT Banshu Rubber Indonesia

Merupakan perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi compound dan rubber part untuk kendaraan roda dua sertat alat berat. Beridiri sejak 1 Februari 2005

 

Kegiatan TEFA

    

 

Berita

Pada komunikasi antarpribadi tedapat konflik yang kerap muncul akibat berbagai faktor. Jelaskan bagaimana persiapan-persiapan yang perlu dilakukan ketika individu hendak menyelesaikan konflik (Resolusi Konflik) dan sertakan contoh pada masing-masing tahapan yang dilakukan.


    
Tahap Persiapan,  pada tahap ini, individu perlu mempersiapkan diri secara mental dan emosional untuk menghadapi konflik. Persiapan termasuk memilih mediator jika diperlukan, menentukan waktu dan tempat yang kondusif untuk diskusi, serta mengatur panggung agar interaksi berlangsung dalam suasana yang tenang dan terbuka. Contohnya, dua teman yang berselisih memilih waktu dan tempat yang tidak tergesa-gesa agar dapat berbicara tanpa gangguan. Contoh: Andi dan Budi yang berselisih memilih untuk bertemu di kamar yang tenang pada Sabtu sore, saat mereka sama-sama tidak ada jadwal kuliah, agar bisa berbicara dengan fokus tanpa gangguan. 

    Tahap Pembukaan, di tahap ini, mediator atau pihak yang memfasilitasi menjelaskan aturan dan tujuan dari penyelesaian konflik. Penting untuk memastikan semua pihak memahami proses dan merasa nyaman untuk berbicara terbuka. Contohnya, mediator membuka pertemuan dengan menjelaskan bahwa tujuan adalah mencari solusi bersama tanpa menyalahkan. Contoh: Mediator atau salah satu pihak membuka pertemuan dengan menyampaikan bahwa tujuan diskusi adalah mencari solusi bersama, bukan untuk saling menyalahkan, sehingga menciptakan suasana diskusi yang aman dan nyaman. 

    Tahap Pemaparan, masalah Setiap pihak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pandangan, perasaan, dan kepentingan mereka terkait konflik, tanpa disela atau dinilai. Teknik mendengarkan aktif sangat dibutuhkan di sini agar pihak lain merasa dihargai. Contohnya, satu pihak menjelaskan perasaannya terkait kejadian yang menimbulkan konflik tanpa menyalahkan pihak lain. Contoh: Budi menjelaskan secara terbuka bahwa ia merasa kesal karena Andi sering terlambat mengirimkan laporan tugas kelompok tanpa menyalahkan secara langsung, dan Andi mendengarkan dengan sikap terbuka.

Tahap Negosiasi dan Diskusi,  pada tahap ini, pihak-pihak berdiskusi untuk mencari solusi yang saling menguntungkan. Hal ini dapat dengan negosiasi yang inklusif dan terbuka, dimana masing-masing menyampaikan keinginan dan kebutuhan mereka untuk dicapai kesepakatan. Contohnya, dua rekan kerja berdiskusi mencari cara agar tugas dibagi ulang sesuai kemampuan masing-masing. Contoh: Mereka berdua mendiskusikan cara pembagian tugas yang lebih adil, misalnya Andi setuju untuk menyelesaikan laporan lebih awal dan Budi bersedia membantu revisi jika diperlukan. 

Tahap Kesepakatan, setelah solusi ditemukan, kesepakatan dituangkan secara jelas dan disepakati bersama. Kesepakatan ini dapat berupa surat pernyataan, jabat tangan, atau bentuk lain yang mengikat untuk memastikan komitmen penerapannya. Contohnya, mereka menandatangani kesepakatan pembagian tugas yang baru. Contoh: Mereka menyepakati jadwal baru untuk pengerjaan tugas kelompok dan menandatangani kesepakatan secara simbolis dengan jabat tangan, yang menjadi komitmen untuk menghargai kesepakatan tersebut.

Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut,  tahap akhir ini menilai pelaksanaan kesepakatan dan komitmen para pihak. Evaluasi dilakukan untuk memastikan konflik tidak muncul kembali dengan pola yang sama. Contohnya, mereka menjadwalkan pertemuan evaluasi setelah satu bulan untuk melihat perkembangan hubungan kerja. Contoh: Setelah satu bulan, Andi dan Budi duduk bersama kembali untuk menilai apakah kesepakatan berjalan baik dan memperbaiki jika ada hal yang belum sesuai agar konflik tidak terulang. 


Galeri









     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Profil & Kerja Sama Industri

Profil Sekolah Sekolah ini didirikan dengan tujuan menanamkan nilai-nilai yang kuat dan pengembangan karakter siswa yang berintegritas      ...